Jumat, 20 April 2012

Transmisi Metode Hubungan

Transmisi Metode Hubungan

1. Simplex
a. Pengertian Simplex
ialah jenis komunikasi satu arah, dimana arah informasi hanya dari pengirim ke penerima saja dan tidak bisa sebaliknya. Contohnya paging, pada paging pesawat penerima hanya bisa menerima pesan yang dikirim oleh stasiun pengirim dan tidak bisa mengirim balik (reply) pesan ke penerima dengan menggunakan pesawat paging tersebut. Contoh lain dari komunikasi simplex ini ialah siaran radio dan televisi.

Dalam jalur atau media transmisi berjalan satu arah.



2. Half Duplex


a.Pengertian Half Duplex
ialah jenis komunikasi dua arah, tapi kedua pihak yang berkomunikasi tidak dapat melakukan pengiriman informasi pada saat yang bersamaan, tapi harus bergantian. Pada saat user A mengirimkan informasi maka user B harus bertindak sebagai penerima.







b. Keuntungan Half Duplex
1. Dapat mengirimkan informasi secara bersamaan.


c. Kelemahan Half Duplex
  1. Pada half duplex kedua station dapat mengirim dan menerima data, namun tidak terjadi pada waktu yang sama
  2. user hanya bisa mengirm atau menerima informasi saja


3. Full Duplex
a. Pengertian Full Duplex
ialah jenis komunikasi dua arah, dimana masing-masing user dapat melakukan pengiriman ataupun penerimaan informasi pada saat yang bersamaan. Jadi tergantung apakah lawan bicara sedang melakukan pengiriman informasi ataupun tidak




b. Keuntungan Full Duplex
1. Pada full-duplex terdapat sharing pada jalurnya agar kedua sinyal dengan arah yang berbeda dapat berjalan.

2. Tersedia dua buah jalur fisik yang memisahkan arah jalur, satu jalur untuk mengirim dan satu jalur lagi untuk menerima.

3. kedua station dapat mengirim dan menerima data secara simultan.
Sumber :
http://www.mobileindonesia.net


c. Kelemahan Full Duplex
  1. Tidak dapat menerima informasi apabila salah satu lawan bicara tidak aktif (offline).


Kesimpulannya:
Perbedaan antara simplex, half duplex dan full duplex adalah Pada simplex hanya berjalan satu arah dan tidak diperbolehkan bolak-balik sehingga jarang digunakan oleh komunikasi data, pada half duplex rentang kerusakan pada pentransfernya karena data nya saling bergantian antara user, sedangkan full duplex hampir sempurna digunakan dalam komunikasi data.


TRANSMISI

3.1.    Metode Transmisi
Metode transmisi yang dikenal terdiri dari dua macam, yaitu :
1.       Transmisi Serial
Data dikirimkan satu bit demi satu bit melalui kanal komunikasi data yang telah dipilih, misalnya data dikirimkan dalam bentuk kode ASCII dengan 8 Bit untuk setiap karakter (1 byte).
2.       Transmisi Pararel
Data dikirimkan sekaligus melalui (misalnya) 8 (delapan) kanal komunikasi. Transmisi pararel  ini digunakan apabila diinginkan transmini dengan kecepatan yang tinggi. Kanal (jalur) komunikasi penerimaan harus memiliki karakteritik yang baik.
Pengiriman data secara serial harus ada sinkronisasi atau penyeuaian antara pengirim dan penerima, agar data yang dikirimkan dapat ditafsirkan (dimengerti) oleh penerima dengan tepat dan benar.
Fungsi sinyal sinkronisasi adalah untuk :
1.       Agar penerima mengetahui dengan tepat dan benar apakah sinyal yang diterima merupakan bit dari suatu data (sinkronisasi bit).
2.       Agar penerima mengetahui dengan tepat bit data (data bit) yang membentuk sebuah karakter (sinkronisasi karakter).
Berdasarkan cara sinkronisasinya, transmisi serial dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu :
1.       Asinkron (Asynchronous)
Transmisi asinkron digunakan apabila pengiriman data dilakukan satu karakter setiap kali engiriman.  Transmisinya dilakukan dengan cara memberikan bit awal (start bit) pada setiap awal pengiriman karakter dan diakhiri dengan bit akhir (stop bit).
Asynchronous Transmision
2.       Sinkron (Synchronous)
Digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan yang tinggi. Data yang dikirimkan berupa satu blok data. Sinkroniasi terjadi dengan cara mengirimkan pola data tertentu antara pengirim dan penerima. Pola data ini disebut dengan karakter sinkronisasi (synchronization character).
Synchrous Transmision
3.       Isokron (Isochronous)
Merupakan kombinasi dari transmisi asinkron dan sinkron. Setiap karakter diawali dengan bit awal (start bit) dan diakhiri dengan bit akhir (stop bit), tetapi antara pengirim dan penerima akan disinkronisasi.
Isochronous Transmision
3.2.    Metode Hubungan
Dilihat dari cara bagaimana antara pengirim (transceiver) danpenerima (receiver) saling berhubungan metode hubungan dalam komunikasi data terbagi atas 3 (tiga) macam, yaitu :
1.       Simplex
Data dikirimkan hanya kesatu arah saja. Pengirim dan penerima tugasnya tetap. Metode ini paling jarang digunakan dalam sistem komunikasi data.
Contoh :
Komunikasi siaran radio (radio broadcasting), Komunikasi siaran televisi, radio panggil (pager),
2.       Half Duflex (HDX)
Data dapat dikirimkan kedua arah secara bergantian. Pada metode ini terdapat turn around time, yaitu : waktu yang diperlukan mengganti arah transfer data.
Contoh : Chatting, Sort Massage Service (SMS), komunikasi pada radio dua arah (H/T, radio panggil polisi, dll)
3.       Full Duflex (FDX)
Data kirimkan dan diterima secara bersamaan.
Contoh : Komunikasi menggunakan : telepon, hand phone (mobile phone)
3.3.    Bentuk Fisik Saluran Transmisi
Faktor yang menentukan pilihan media komunikasi data, adalah :
1.       Harga
2.       Unjuk kerja (Performance) jaringan yang dikehendaki.
3.       Ada atau tidaknya medium tersebut.
Ditinjau dari sudut teknik, faktor yang harus dipertimbangkan :
1.       Kemampuan menghadapi gangguan elektris maupun magnetis dari luar.
2.       Lebar jalur (bandwidth) yang sebaliknya juga tergantung pada jarak yang harus dilayani.
3.       Kemampuan dalam melayani multiple access, yaitu : apakah mudah mengambil data dari padanya.
4.       Keamanan data.
Bentuk fisik media transmisi :
1.       Kabel Kawat telanjang (Open Wire Cable)
Terbuat dari kawat tembaga yang tidak diberi isolasi.
Keuntungannya :
-        Harganya murah.
-        Pemasangannya mudah dan tidak diperlukan keahlian dan peralatan khusus.
Kerugiannya :
-        Mudah terpengaruh gangguan.
-        Kualitas data kurang dapat dipertanggung jawabkan.
2.       Kabel Pasangan Terpilin (Twised Pair)
Terbuat dari kawat tembaga yang diberi isolasi, sehingga sering beberapa pasang kabel dijadikan satu tanpa saling menggangu.
Keuntungannya :
-        Harganya murah.
-        Cara penggunaannya sederhana dan tidak diperlukan keahlian dan peralatan khusus.
Kerugiannya :
Tidak dapat dipergunakan untuk pengiriman data dengan kecepatan tinggi.
3.       Kabel Koaksial (Coaxial Cable)
Terbuat dari tembaga dan dikelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lain dan diantaranya terdapat isolasi.
Keuntungannya :
-        Dapat mentransfer data dengan kecepatan tinggi.
-        Harganya murah
-        Mempunyai bandwitdh yang cukup tinggi untuk data -berkecepatan tinggi dan video.
-        Peka terhadap gangguan (derau), kalau pelindungnya ditanahkan (ground) terlebih dahulu.
Kerugiannya :
-        Pemasangan lebih sulit dibandingkan dengan kabel twisted.
-        Mudah disadap.
-        Diperlukan peralatan khusus untuk menggunakan seluruh bandwith yang tersedia.
4.       Gelombang Mikro (Microwave)
Komunikasi data nelalui gelombang elektromagnet (udara) yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan microwave.
Keuntungannya :
-  Dapat dipergunakan untuk komunikasi data dengan jarak yang jauh sekali.
Kerugiannya :
-        Sulit diperoleh karena spektrum frekuensi terbatas.
-        Biaya instalasinya, operasional dan pemeliharaan sangat mahal.
-        Keamanan data kurang terjamin.
-        Pengaruh gangguan (derau) cukup besar.
5.       Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable)
Menggunakan cahaya sebagai media untuk komunikasi data.
Keuntungannya :
-        Kualitas pengiriman data sangat baik dan dengan kecepatan sangat tinggi.
-        Dapat digunakan untuk komunikai data, suara (audio) dan gambar (video).
-        Data dapat dikirimkan dalam jumlah yang besar.
-        Ukuran fisiknya kabelnya kecil.
-        Tidak terganggu oleh sinyal elektromagnetik dari luar (tidak terganggu oleh derau)
-        Bandwidth-nya sangat lebar. Jarak terminal dapat sampai dengan 10 KM (multi mode) atau 40 KM  (singgle mode) tanpa penguat (repeater).
-        Tidak dapat disadap.
Kerugian :
-                Harganya masih sangat mahal.
-        Pemasangannya sangat sulit dan dibutuhkan peralatan khusus serta orang-orang yang terlatih (berpengalaman)
3.4.    Macam-macam Gangguan Saluran Transmisi
Gangguan pada saluran telepon yang juga digunakan untuk menyalurkan data ada dua macam, yaitu :
1.       Random
Tidak dapat diramalkan terjadinya.
Termasuk dalam jenis gangguan jenis ini adalah :
a.       Derau Panas (Thermal Noise)
Disebabkan karena pergerakan acak elektron bebas dalam rangkaian. Berada pada seluruh spektrum frekuensi yang tersedia. Disebut juga dengan Derau Putih (White Noise) atau Derau Gausian. Kejadiannya tidak dapat dihindarkan dan biasanya tidak terlalu menggangu transmisi data, kecuali jika lebih besar dari pada sinyal yang ditransmisikan.
b.      Derau Impulse (Impulse Noise)
Disebut juga dengan Spikes, yaitu tegangan yang tingginya lebih besar dibandingkan dengan tegangan derau rata-rata (Steady State). Beberapa sumbernya antara lain yaitu :
-        Perubahan tegangan pada saluran       listrik yang   berdekatan    dengan saluran komunikasi data.
-        Perubahan tegangan pada motor.
-        Switch untuk penerangan, dll.
c. Bicara Silang (Cross Talk)
Disebabkan oleh masuknya sinyal dari kanal lain yang letaknya berdekatan. Bisanya terjadi pada saluran telepon yang berdekatan atau di multipleks.
Bicara Silang (Cross Talk) akan semakin jelah atau bertambah apabila jarak yang ditempuh semakin jauh, sinyal yang ditransmisikan semakin kuat/besar atau semakin besar frekuensinya.
d.      Gema (echo)
Sinyal yang dipantulkan kembali, hal ini disebabkan karena perubahan impedansi dalam sebuah rangkaian listrik. Misalnya : Sambungan antara dua potong kawat yang diameternya berbeda.
e.       Perubahan Sudut (Phasa)
Sudut (Phasa) sinyal kadang-kadang dapat berubah oleh Impulse Noise.  Sudut (Phasa) dapat berubah, kemudian kembali menjadi normal.
f.       Derau Intermodulasi (Intermodulation Noise)
Dua sinyal dari saluran yang berbeda (Intermodulasi) membentuk sinyal baru yang menduduki frekuensi sinyal lain. Intermodulasi dapat terjadi pada transmisi data apabila modem menggunakan satu frekuensi untuk menjaga agar saluran sinkron selama data tidak dikirim. Frekuensi ini dapat memodulasi sinyal yang ada pada saluran lain.
g.      Phase Jitter
Jitter timbul oleh sistem pembawa yang di-multipleks yang menghasilkan perubahan frekuensi. Sudut (Phasa) sinyal berubah-ubah sehingga menyebebkan kesukaran dalam mendeteksi bentuk sinyal tersebut.
h.      Fading
Terjadi terutama pada sistem microwave antara lain selective fading, yaitu yang disebabkan oleh atmosfir.
Sinyal disalurkan mencapai penerima melalui berbagai jalur. Sinyal-sinyal ini kemudian kalau bergabung hasilnya akan terganggu.
2.       Tak Random
Terjadinya dapat diramalkan dan diperhitungkan. Termasuk dalam jenis gangguan tak random ini adalah :
a.       Redaman
Tegangan suatu sinyal berkurang ketika melalui saluran transmisi, hal ini disebabkan karena daya yang diserap oleh saluran transmisi. Redaman tergantung pada frekuansi sinyal, jenis media transmisi dan panjang (jarak) saluran transmisi. Redaman tidak sama besarnya untuk semua frekuensi.
b.      Tundaan
Sinyal umumnya terdiri atas banyak frekuensi. Masing-masing frekuensi tidak berjalan dengan kecepatan yang sama, sehingga tiba dipenerima pada waktu yang berlainan. Tundaan yang terlalu besar sehingga menimbulkan kesalahan pada waktu transmisi data. Pada transmisi suara tundaan ini tidak merupakan gangguan yang serium, tetapi pada transmisi data makan tundaan ini akan menyebabkan kesalahan pada transmisi data.


credits :
http://dc242.4shared.com/doc/N2RYVQ1N/preview.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar